Mengenal SIMLKTI Kesharlindung

Sistem Informasi Lomba Karya Tulis Ilmiah (SIMLKTI) merupakan layanan aplikasi berbasis web yang dimiliki Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Pendidikan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen GTK Kemendikbud). Aplikasi ini dikembangkan pertamakali pada tahun 2015-2016 atas inisiasi Kepala Seksi Penghargaan Sub Direktorat Kesharlindung Dikmen Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah  yang saat itu diduduki Dr. Romi Siswanto. Direktorat tersebut merupakan satu dari lima direktorat yang dimiliki Ditjen GTK Kemendikbud. Tujuan utama dibuatnya aplikasi ini untuk mewadahi guru di Indonesia—saat itu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)—yang  hendak mengikuti berbagai lomba yang tersedia pada Sub Direktorat Kesharlindung Dikmen. Lomba tersebut merupakan ajang penghargaan guru lewat karya ilmiah yang dihasilkan.

Sebelum menggunakan aplikasi SIMLKTI, proses administrasi lomba dilakukan dengan sistem konvensional. Kondisi ini  memiliki kelemahan, salah satunya adalah jangkauan peserta yang terbatas. Akibatknya pemberian penghargaan pun menjadi tidak maksimal. Di sisi lain, sistem konvensional menjadikan proses administrasi kurang efektif. Para peserta—di luar daerah—yang hendak mengirimkan karyanya mesti menggunakan jasa pengiriman agar sampai ke kantor pelayanan. Selain itu, tumpukan berkas di ruang pelayanan menjadi pemandangan yang cukup mengganggu—karena jumlah begitu banyak. Kemungkinan berkas terselip pun menjadi hal yang mungkin saja terjadi.

Penggunaan sistem daring pada layanan lomba memberikan perubahan yang signifikan. Melalui aplikasi ini peserta tidak perlu lagi mengirimkan karyanya melalui jasa pengiriman. Tumpukan karya guru pun menjadi terpusat di server aplikasi. Namun yang terpenting, jangkauan layanan ini mampu menyasar peserta dari berbagai guru di pelosok negeri. Dengan catatan memiliki jaringan internet dan perangkat yang mendukung. Alhasil kesempatan menjadi pemenang pada ajang lomba menjadi lebih terbuka.

Selain pendaftaran dan pengumpulan berkas secara daring, semua mekanisme penilaian serta pengumumannya pun dilakukan pada aplikasi tersebut. Hal ini tentu mempermudah guru dalam memantau perkembangan hasil lomba karya ilmiahnya.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2017 aplikasi ini diadopsi oleh layanan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar yaitu pada Sub Direktorat Kesharlindung Dikdas. Penggunaannya tidak jauh berbeda, hanya saja sasaran dari peserta lomba yang diperuntukan bagi guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kemudian pada tahun 2019 Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah juga turut mengengembangkan aplikasi ini dalam memberikan penghargaan kepada tenaga pendidik.

Mengapa aplikasi Kesharlindung Terbagi?

Adopsi yang dilakukan di tiga sub direktorat berdampak pada munculnya aplikasi kesharlindung dalam tiga alamat sekaligus. Seperti  http://kesharlindung.pgdikdas.kemdikbud.go.id (Diperuntukan bagi pengajar di bawah Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar yaitu SD dan SMP) kemudian pendidikan menenagah http://kesharlindung.pgdikmen.kemdikbud.go.id/ (Diperuntukan bagi pengajar di bawah Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah yaitu SMA, SMK dan Pendidikan Khusus). Sedangkan tenaga pendidik di bawah Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah terlayani di alamat http://kesharlindung.tendik.kemdikbud.go.id. Perbedaan tersebut berpangkal pada pimpinan, program, anggaran, serta sasaran peserta yang berbeda. Kondisi ini mengharuskan calon peserta lebih teliti dalam mendaftarkan karya ilmiahnya. Tentu dengan melihat peruntukan masing-masing aplikasi.[]

About Dakroni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *