ARUS

Arus artinya adalah aliran, gerakan, dan atau peredaran. Dalam fisika dikenal ada arus kuat, ada juga arus lemah. Ada arus searah (DC), pun juga ada arus bolak-balik (AC). Kuat arus sama dengan muatan listrik dibagi waktu.

Di perairan laut Jepang ada yang namanya arus panas dan ada arus dingin. Kuroshiwo dan oyashiwo.

Ya…saat ini arus sedang menjadi tema pembicaraan. Bertempat di Millineum Hotel Sirih Jakarta Senin (25/3) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Supriano berpesan kepada kawan-kawan guru terpilih yang baru saja datang dari Australia. “Setelah mengikuti pelatihan, setidaknya ada 4 hal yang harus dilaku GTK. Ikuti arus, pelajari arus, bentuk arus dan tentukan arus,” pesannya

Saya memang tidak ada dalam bagian kawan-kawan itu, tapi saya berusaha menerjemahkan pesan dirjen GTK. Karena saya tidak berada di “TKP” sehingga tidak bisa menerjemahkan secara utuh dan gamblang. Hanya berdasarkan interpretasi saya. Tentu saja bisa salah atau tidak sama dengan penafsiran Anda sekalian.

Pertama ikuti arus. Mengikuti arus bukan berarti membebek. Nginthil. Yes man. Asal bapak senang. Mengikuti arus berarti menjalankan regulasi, taat terhadap hukum dan Undang-undang yang berlaku. Melawan arus berarti tindakan melawan hukum dan UU. Korupsi itu termasuk tindakan melawan arus. Jangan melawan harus karena itu bisa membahayakan diri sendiri.

Kedua pelajari arus. Sebelum berlayar nahkoda wajib mengetahui arus, agar kapal yang dikemudikan tidak terseret arus. Mempelajari arus berarti mencermati serta waspada terhadap fenomena yang sedang mengapung ke permukaan. Arus yang mengalir kita arahkan. Ini perlu agar bisa melakukan treatment sehingga tidak terjadi hubungan arus pendek. Tidak terbawa arus yang bisa membuat diri kita tergelincir. Misalnya, di tahun politik ini kita harus bisa mempelajari ke mana arus politik bergerak. Sehingga sebagai ASN tetap bisa netral. Tidak terseret arus dukung mendukung.

Ketiga¬† bentuk arus. Guru harus bisa menciptakan arus agar anak didiknya dan orang-orang di sekitarnya mengikuti arus yang mereka ciptakan. Para Dwija harus menjadi pelopor dalam menciptakan arus inovasi, arus kreasi, arus inspirasi. Dengan membentuk arus, guru seperti buku yang bergerak. Menjadi pusat informasi. Sumber inspirasi. Teladan bagi semua. Selain sebagai ‘pengangkut air’ guru pencipta arus. Namun jangan meremehkan arus bawah

Keempat tentukan arus. Jalan itu tidak selalu lurus. Apalagi di daerah pegunungan. Banyak tikungan tajam dan sebelah kiri-kanan jurang yang terjal. Setiap persimpangan selalu ada belokan. Di situlah kita harus bisa menentukan arus (baca:arah). Menentukan arus artinya menentukan pilihan serta mengambil keputusan yang tetap. Lebih-lebih pada saat situasi krusial dan emergensi. Perlu kedewasaan, kebijaksanaan, wawasan yang luas untuk menentukan arus yang benar. (*/)

About Priyandono Hanyokrokusumo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *