Sekolah Integritas, Lawan Korupsi !

Oleh : Wijaya Kurnia Santoso (SMA Bina Insan Mandiri)

Bahaya laten korupsi dan suap menyuap nampaknya sudah akut menjangkiti negeri ini. Pelbagai kasus korupsi yang terus menerus mendera negeri ini tidak kunjung menunjukkan perbaikan. Penyelesaian kasus korupsi seakan sulit diselesaikan, apalagi ditambah dengan bobroknya sistem birokrasi yang mensyaratkan suap. Sistem politik transksional menambah pelik masalah korupsi, sehingga pelbagai kasus korupsi pun tak kunjung selesai dan terkatung-katung.

Tentu, sebagai masyarakat kita semua prihatin tak kunjung selesainya kasus korupsi yang melanda negeri ini. Kita sangat menyayangkan perilaku rakus para koruptor yang terbentuk dari sistem birokrasi dan pemerintahan yang korup. Sebagai masyarakat kita malu, oknum pemimpin negeri ini masih saja menunjukkan rendahnya integritas dan tidak memberikan contoh yang baik. Apakah hal ini akan kita biarkan dan pertahankan ?.

Ada beberapa definisi dari korupsi, salah satunya dari David M. Chalmers yang menjelaskan bahwa korupsi adalah tindakan-tindakan manipulasi dan keputusan mengenai keuangan yang membahayakan ekonomi (financial manipulations and decision injurious to the economy are often libeled corrupt). Selain itu arti korupsi menurut J.J. Senturia adalah penyalahgunaan kekuasaan pemerintahan untuk keuntungan pribadi (the misuse of public power for private profit). Sedangkan menurut Syed Husein Alatas, korupsi didefinisikan tindakan yang meliputi penyuapan (bribery), pemerasan (extortion) dan nepotisme. Korupsi berawal dari pengkhianatan kepercayaan (betrayal of trust), kemudian meningkat menjadi penyalahgunaan kekuasaan  (abuse of power) lalu tingkat perilaku korup paling membahayakan adalah secara sengaja mendapatkan keuntungan material yang bukan haknya melalui kekuasaan (material benefit).

Ada 7 dampak kerugian yang ditimbulkan oleh perilaku korupsi, yakni :

  1. Ekonomi
  1. Lesunya investasi
  2. Penurunan pendapatan negara
  3. Meningkatnya hutang
  4. APBN dan APBD menguap
  5. Rendahnya kualitas barang dan jasa untuk publik
  1. Sosial dan kemiskinan
  1. Mahalnya harga barang dan jasa untuk publik
  2. Tingginya angka kriminalitas
  3. Demoralisasi
  1. Birokrasi dan pemerintahan
  1. Birokrasi tidak efisien
  2. Matinya etika sosial politik
  3. Runtuhnya otoritas pemerintahan
  1. Politik
  1. Kepemimpinan korup dan dinasti politik
  2. Munculnya plutokrasi (kapitalis)
  3. Kepercayaan rakyat akan hilang
  1. Penegakkan hukum
  1. Fungsi pemerintahan mandul
  2. Kepercayaan rakyat akan hilang
  1. Pertahanan dan keamanan
  1. Melemahnya alutsista dan sdm
  2. Melemahnya batas negara
  3. Menguatnya kekerasan dalam masyarakat
  1. Kerusakan lingkungan
  1. Menurunnya kualitas lingkungan (illegal loging)
  2. Menurunnya kualitas hidup

Dampak buruk dan kerugian yang ditimbulkan tindak korupsi harus kita cegah. Salah satu upaya untuk mencegah perilaku nista tersebut yakni melalui pendidikan. Sekolah meru­pakan lembaga yang mempunyai potensi yang sangat besar untuk mempengaruhi kehidupan anak-anak sehari-hari. Sekolah yang merupakan lembaga pendidikan setidaknya mengemban 3 (tiga) fungsi, yaitu:

  1. Fungsi reproduksi, bermakna eksistensi sekolah sebagai pembaharu dan mengubah kondisi masyarakat kekinian ke sosok yang lebih maju.
  2. Fungsi penyadaran, bermakna sekolah bertanggung jawab untuk mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat dan membentuk kesejatian diri sebagai manusia.
  3. Fungsi mediasi secara simultan, bermakna sekolah sebagai wahana sosialisasi, pembawa bendera moralitas, wahana proses pemanusiaan dan kemanusiaan umum, serta pembinaan idealisme sebagai manusia terpelajar. Untuk itulah pendidikan memegang peranan amat penting dalam upaya membangun watak bangsa (nation character building) untuk menjaga kelangsungan hidup sebuah negara bangsa (nation state) sebagaimana yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional.

Sekolah menjadi lingkungan ke dua setelah keluarga. Hampir sepertiga dari waktu siswa dihabiskan di sekolah, maka sangat efektif apabila sekolah memiliki program untuk menanamkan integritas siswa dan warga sekolah . Program sekolah integritas merupakan salah satu strategi yang sangat penting dan harus dilak­sanakan secara komprehensif yang meliputi berbagai kegiatan belajar mengajar, kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstra kurikuler untuk membentuk generasi penerus bangsa yang memiliki dan mengamalkan nilai-nilai integritas. Sekolah integritas dibangun melalui pembentukan integritas personal, integritas institusional, integritas leader, academic integrity, moral integrity dan lainnya. Pelaku pendidikan yang berintegritas tinggi ditandai dengan (kejujuran), trust (kepercayaan), fairness (keadilan), respect (menghargai), responsibility (tanggung jawab), dan humble (rendah hati) mampu memberikan kontribusi bagi pembentukan karakter siswa yang baik dan berprestasi tinggi, ditandai dengan 17 perilaku positif; religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, menghormati orang lain, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan. Semua perilaku itu bisa dilihat dan dirasakan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah, di luar sekolah maupun di tempat kerja. Tugas sekolah adalah melakukan transformasi, menanamkan dan membelajarkan semua pihak yang ada di sekolah tersebut untuk merawat dan menjaga integritas diri dan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan sekaligus mencetak generasi anti korupsi.

Ada 9 nilai integritas yang perlu ditumbuhkan di sekolah, yakni jujur, disiplin, tanggung jawab, adil, berani, peduli, kerja keras, mandiri, sederhana. Untuk menumbuh kembangkan 9 nilai integritas tersebut, sekolah perlu melakukan 5 langkah berikut, yakni :

  1. Memasukkan materi dan praktik nilai integritas ke dalam ekstrakurikuler
  2. Memasukkan materi dan praktik nilai integritas ke dalam kegiatan OSIS
  3. Melaksanakan Sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi KPK bagi para guru
  4. Integrasi ke mata pelajaran PKn, B.Indonesi, B. Inggris, Matematika, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, PAI
  5. Memasukkan materi dan praktik nilai integritas ke dalam kegiatan pembinaan integritas terstruktur dan berkelanjutan

Pembahasan tentang sekolah integritas dan bahaya korupsi bisa disimak di youtube berikut ini : https://youtu.be/Z4QVdOKJ6gk

About wijaya_kurnia19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *